
Devin...puisi ku yang beraroma memuji kehadiranmu dalam hidupku, masih terasa hangat.. belum berkarat dan kalimatnya masih lekat jika ku teringat... itu hari kemarin...Pra Sekarat hari ini...puisi ku dihantam badai...badai dari aksara yang berdigit di dalam layar selularmu.. kenapa hari ini, badai itu datang...sedangkan esok hari..hari dimana ku harus bahagia menatap adikku mengikat cinta.... Anjing...anjing...anjing...anjing...hati berbisik dengan gaduh.. astagfirullah..astagfirullah...palung hati berteriak dengan lirih... Maaf kan Dossa yaa Allah...ini kejujuran rasa yg kumiliki saat ini...ada benarnya ku melawan takdir.. agar malaikat tak senonoh terima perintahmu untuk menguji kesabaranku... aku tahu.. ini bukan akhir dari cobaan-Mu.. malam ini ku berlari dari tatapan Ibunda...agar dia tak teteskan airmata.. karna memandang jiwaku berkubang diantara lumpur hampa... ku bersembunyi dibalik keheningan...*************SUNYI Wake up Dossa....malam ini jangan tertidur...biarkan 3 hari ini jiwamu terjaga.. karna jika kau tertidur...impian busuk pasti menghampiri kembali... dan kau terseret kedalam kebahagiaan palsu.. kau akan tetap seperti kemarin dan sebelumnya..tertawa menutupi luka.. luka yang sulit menemukan obatnya..... Allah..aku masih bertahan dari bencana jiwa yang kau cipta... aku terima duka ini sebagai Mahakarya-Mu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar