Minggu, 20 Maret 2011

Abot kapalang Abot

Mencari ujung jalan agar kutemukan akhir dari pencarian asaku....jauh dan terlampau melelahkan...begitu asing kudapati kiblat..begitu sukar pastikan jarak antara fajar habiskan senja...hingga harus menekan perasaan ...hingga harus lupakan rencana pertama dimana aku tentukan masa depan melawan buruknya kenangan lama...

Dibentangan aspal hitam...Nyawa tak pernah damai dalam jasadku yang beraksesoriskan warna tirani...
ku telusuri jati diri berbebankan takdir manusia yang akrab dengan title PENANGGUNG DOSSA..
Dossa..yg menjadi emblem melekat pada seragam duniawi sebagai atribut benang merah kalibrasi keironisan manusia menjejali formalitas kehidupan...

terlalu banyak dogma agar menjadi lebih baik..
terlalu banyak aturan sebagai pembatasan..
terlalu banyak kutukan dijadikan pembalasan..

berjalan terus berjalan...lelah tak diperbolehkan lelah..berjuang diharuskan..kesabaran difardhukan..kemenangan sangat mahal...tak ada penawaran untuk kesempatan..kegagalan yaitu harga mati....selisih yaitu keberuntungan skill.....

seperti yang ditanyakan kerabat dipinggir jalan...disaat keringat mulai menetes basahi daki...
........................." Dossa...bagaimana prestasimu hari ini..?...Jawab Dossa...............................
" menurun Jatuh tersungkur dalam lembah batas pemikiran ( hidup itu Keras )..kawan!!!"

memang tak semudah membalikkan telapak tangan di stigmata paku pengampunan Dossa..
ini iba terhadap situasi yang tak terkontrol emosi jinakkan liarnya mimpi...Agoni..

aku dkremasi nominal tak bernurani...dikebumikan didasar pemakaman nafkah tak bermukadimah...

sieun ... lieur deuk kasaha menta pitulung..nu Kawasa ngan ngagugu nu midua ti manusa nu taqwa...
sedangkan Dossa hidup didunia nyata...yang sulit ingin bertaqwa , disaat dilema pelit dengan kata iba...WAYAHNA>>>WAYAHNA.....manusa mah geus apet jeung tunggara....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar