Dan sebuah cerita dimulai Ketika hari cerah fajar datang menyingsing Keramaian jalan Pasirkoja yang tak kasat ... Aku datang dengan berbagai harap dan cemas nyawa berpadu dalam harmoni instrumen nada-nada penyesatan Bertaruh gengsi dan 1 bulan latihan berdarah Bagiku, saat-saat kemudian adalah sesuatu yang membahagiakan Kehidupan menyenangkan dua sejoli dimabuk cinta... Apalah bagiku, perasaan yang tak kan terlukiskan oleh tinta kata-kata Perasaan yang tak kan selesai diceritakan Mungkinkah ia menjadi pedampingku? Sesaat aku terkungkung dalam keraguan yang tak berdasar Sebuah perbedaan yang sangat krusial Mungkin inilah yang dikatakan tabu Tak dapat disatukan aku dengan wanita seumur jagung Wanita dia yang memiliki hati emas pikiran kerikil Namun selalu kubohongi diriku Kubohongi dengan kata-kata Satyr yang manis Bahwa, “aku bisa mengatasi ini semua” Dan cerita cinta itu kembali diputar Aku habiskan waktu bersamanya berkirim-kirim pesan bersahabat Berdua pergi tak peduli kata orang Berjalan di bawah jilatan api mentari Memadu emosi dan tragedi Memanggil dengan sebutan sayang Berbagi cerita...... Bernyanyi bersama Kubuatkan lukisan untuknya Aku rela berkorban waktu, karya dan kepentingan demi dirinya Begitu mudah kulakukan semua atas nama cinta.......Buta Dan begitu indahnya kenangan itu Sampai kutahu bahwa ia memiliki hubungan dengan yang lain Dia dan dia yang jauh disana, berdua berkomitmen untuk bersama Tak dapat kusembunyikan rasa cemburu itu Rasa cemburu yang panas, membutakan, menyesakkan Sebuah hubungan murni persahabatan dipecah oleh cemburu buta Terlalu banyak konflik batin diantara kita berdua, sayang Terlalu sering aku mengutarakan egoku... Tak peduli lagi engkau dengan diriku Aku merasa hancur Percintaan yang katanya kekal, Perlahan-lahan mulai redup Tumbuh benih-benih kekecewaan Makin memperburuk suasana....anjink Makian demi makian aku terima Semua berkata, “tinggalkanlah dia!” Semua memaki, aku terus tak peduli Terus kupaksakan cinta ini Cara-cara lain mulai ku paksakan..... Ketika mereka pun akhirnya tidak sanggup melawan jarak dan waktu Dan akhirnya dipisahkan Hubungan ini kembali membaik Namun terus kurindukan apa-apa yang dulu kita jalani, ma orchid Namun seakan tak ada rasa belas kasihan Belum sempat aku memperbaiki semua Seseorang datang dengan menawarkan cinta lain padanya pada dia, wanita yang aku puja-puja Membawanya lebih jauh dariku... Bukan main muntab diriku 1 bulan yang kudambakan akan berjalan indah Begitu sulitnya aku mengembalikan saat-saat itu... kerabat dekatnya anggap aku sampah Mencari dukungan orang lain Memperkecil langkahku Memojokkan diriku Menunjukkan posisinya yang diatas angin Menyiksa diriku yang telah rapuh ini....... 1 bulan memang sebentar Yang kuinginkan adalah percintaan murni Namun kau berikan waktumu padanya Waktu yang biasa ku gunakan bersamamu Membuat jemariku letih panas pergerakan menghayati Membuat otakku dipaksa berpikir lebih dengan tegangan tinggi Membuat langkahku tersandung beranjaukan malas Membuat hati ini busuk ditenggelamkan pada airmata Membuatku gila karna keyakinanmu berbicara " Tak ada yang lain " Membuatku kacau berperang dengan sebuah tanda tanya Membuatku gelap mata tapi aku cinta........... Ku terus memaksakan cinta Meyakinkan akulah yang terbaik Tapi ia tidak menghendakinya Tak pernah dianggapnya diriku orang yang spesial baginya Begitu kecewa diriku Makin terpuruk dalam kebuntuan cinta yang tak kunjung kutemukan Aku bagai babi yang terjebak di lumpur beku CINTA SEGITIGA ini Akulah peran yang selalu kalah Akulah Ahmad Dhani Yang selalu kalah atas nama agama Yang selalu mengalah atas nama kepercayaan Padahal yang kuinginkan hanyalah satu Hubungan yang dahulu menyenangkan tanpa adanya intervensi Tanpa adanya rasa cemburu Tanpa adanya rasa sakit... Semoga kamu mengerti Sajak panjang ini Hanya didedikasikan untukmu..Deviin Handayani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar