
Ada baiknya kutaruh kepala jika pikiran mulai mendera..
Mungkin hatipun akan sedikit berbicara tuk biarkan raga bekerja,
seolah jiwa tak usah lagi mengeluh menerima hasilnya.
Tapi lidah enggan terbata-bata melengkapi derap langkah kaki
yang tak seirama dengan nurani....
Alhasil telinga kerap dengarkan gaduhnya detak jantung
memompa darah menuju pergerakan jemari merangkaikan
keresahan hati yang mulai pudarkan fokusnya tatapan mata,
awasi desakan nurani menyeka nafas kehidupan, diantara
rongga paru-paru harapan yang sesak..
Raga ini terpaku pada deru rotasi jarum jam..
gigih bertempur melawan kerentaan yang semakin mendekati alas bumi.
Setiap bagian tubuhku mengerang meminta nyawa..
disaat raga tak sesuci bayi berlumur ketuban ruh tanpa noda..
aku pun tak dustai ..akulah mahakarya sang Maha Esa
Esa..yang menciptakan organ ku begitu bhinneka.
Tubuhku adalah media..
tubuh dengan sayatan warna logika..
tubuh yang mulai renta dimakan Kala..
kala menampung Dossa membuka celah Gerbang Neraka..
sedangkan Tuhan sediakan Surga dengan cuma - cuma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar