Mimpi tentang datangnya sebuah firman,
mengembang biakkan puluhan jarum tattoo yang tumbuh
di taman" ari-ari kulit. Bagaimana harus kubusurkan
hati, ketika puisi tertancap di kitab tanpa jilid.
Bagaimana tak mengunyah bara, ketika badai dossa
di lembah neraka kata", memercikkan api ke garis usiaku
yang melambat.
Bersama kitab" sastra yang membajak kematian,
aku mengairmatakan rayuan". Ramalan bayi Aborsi
yang kelak merayap di punggungku, darah yang menyingkap
mitos rumit dari angka 666, simbol pentagram yang merajah tubuhku
sakral asmara sebagai ritual senggama pereda noda
menganaksungaikan kepenyairanku, melulu meninju
kepuasan dari sakitnya sumpah dan hujatan tuhan
mengembang biakkan puluhan jarum tattoo yang tumbuh
di taman" ari-ari kulit. Bagaimana harus kubusurkan
hati, ketika puisi tertancap di kitab tanpa jilid.
Bagaimana tak mengunyah bara, ketika badai dossa
di lembah neraka kata", memercikkan api ke garis usiaku
yang melambat.
Bersama kitab" sastra yang membajak kematian,
aku mengairmatakan rayuan". Ramalan bayi Aborsi
yang kelak merayap di punggungku, darah yang menyingkap
mitos rumit dari angka 666, simbol pentagram yang merajah tubuhku
sakral asmara sebagai ritual senggama pereda noda
menganaksungaikan kepenyairanku, melulu meninju
kepuasan dari sakitnya sumpah dan hujatan tuhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar