Kamis, 24 Juni 2010

Mimpi tentang datangnya sebuah firman,

mengembang biakkan puluhan jarum tattoo yang tumbuh

di taman" ari-ari kulit. Bagaimana harus kubusurkan

hati, ketika puisi tertancap di kitab tanpa jilid.

Bagaimana tak mengunyah bara, ketika badai dossa

di lembah neraka kata", memercikkan api ke garis usiaku

yang melambat.


Bersama kitab" sastra yang membajak kematian,

aku mengairmatakan rayuan". Ramalan bayi Aborsi

yang kelak merayap di punggungku, darah yang menyingkap

mitos rumit dari angka 666, simbol pentagram yang merajah tubuhku

sakral asmara sebagai ritual senggama pereda noda

menganaksungaikan kepenyairanku, melulu meninju

kepuasan dari sakitnya sumpah dan hujatan tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar